Resiko dan dampak lingkungan dan sosial perlu dikelola secara bijaksana dan berkelanjutan sehingga proyek PLTA Batangtoru dapat berjalan sesuai dengan rencana. Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan harus mendukung kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Perusahaan secara sukarela mengadopsi standard kinerja (performance standar) dari International Finance Corporation (IFC), oleh sebab itu setiap kebijakan yang diambil selaras dengan performance standar tersebut. Terdapat tiga pilar penting yang menjadi dasar dalam menerapkan kebijakan pembangunan PLTA Batangtoru yaitu green (ramah lingkungan), safe (aman), dan welfare (kesejahteraan).

1.Kebijakan Perusahaan Dibidang lingkungan

Untuk memastikan bahwa persoalan-persoalan lingkungan disikapi dengan benar sesuai dengan nilai-nilai perusahaan yang menghargai arti penting dari kelestarian lingkungan, perusahaan menetapkan kebijakan sebagai berikut :

  • Kebijakan Jasa Ekosistem dan Biodiversitas
    • Mengurangi dampak dengan pertama-tama menghindari, kemudian jika memungkinkan meminimalkan dan kemudian merestorasi. Sebagai pilihan terakhir jika langkah-langkah tersebut belum memadai makan dilakukan Offset.
    • Menghormati kebutuhan terhadap area yang secara resmi dimaksudkan untuk dilindungi.
    • Menilai dan mengelola habitat-habitat kritis dan habitat alami yang berada dibawah kewenangan NSHE dan mengelola areal sesuai dengan persyaratan Standard IFC No. 6.
    • Bekerja dengan masyarakat local dan stakeholder utama untuk restorasi nilai-nilai biodiversitas.
  • Kebijakan Anti-illegal Logging
    • Melarang pengambilan sumberdaya hutan dan satwa liar oleh staf PT. NSHE dan kontraktor.
    • Semua staf harus dididik dan diberikan pelatihan induksi
  • Zero Tolerance Policy for The Possession of Wildlife and Forest Resources
    • Staff yang diketahui ikut serta dalam kepemilikan, pembelian, memperdagangkan atau mengumpulkan tumbuhan dan satwa liar atau hasil hutan akan diberhentikan dari kerja dan tidak akan dipekerjakan kembali di kemudian hari.

Media pengelolaan biodiversitas;