Tahapan Pembangunan

Pembangunan PLTA Batang Toru terbagi ke dalam lima tahap, dengan total waktu 59 bulan setelah Tanggal Persetujuan Pembiayaan PLTA Batangtoru, sesuai Perjanjian dengan PT PLN (Persero).

Tahap I

Pelaksanaan proyek dimulai sejak Tanggal Persetujuan Pembiayaan, yaitu tanggal 31 Agustus 2017. Tugas mencakup: pengurusan perizinan konstruksi serta penyiapan fasilitas pendukung: jalan akses, camp, kantor administrasi proyek, serta pembukaan lahan penempatan mesin dan material.

Tahap II

Penggalian terowongan pengalih, penggalian fondasi bendungan, serta penempatan fasilitas pendukung . Pengalihan air sungai Batang Toru dilakukan selama pembangunan berlangsung, sehingga aliran tersebut tidak terganggu. Juga pada tahap II, pembangunan terowongan pembawa air dimulai.

Tahap III

Pengosongan dan penggalian fondasi bendungan hingga mencapai batu karang, sesuai kriteria yang dipersyaratkan; peningkatan dan perbaikan kondisi fondasi bendungan, baik terhadap kualitas kekuatan maupun permeabilitas batuan dasar bendungan, dengan pekerjaan pengkonsolidasian dan curtain grouting; pembangunan bendungan hingga mencapai puncak bendungan.

Tahap IV

Penyelesaian terowongan pembawa air dan surge tank, serta pemasangan semua peralatan mekanikal, seperti pintu air, pipa pusat, mesin pembangkit, serta SUTET.

Tahap V

Uji peralatan pembangkitan dan uji laik operasi. Tanggal Operasi Komersial PLTA Batang Toru, sesuai perjanjian dengan PLN, jatuh pada tanggal 1 Agustus 2022.

Teknologi Konstruksi Pembangunan PLTA

Pembangunan PLTA Batangtoru mempergunakan teknik konstruksi standar, sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Khusus untuk terowongan, teknik yang dipergunakan adalah blast & drill, yaitu mengebor lubang pada dinding terowongan untuk menempatkan peledak, kemudian meledakkannya jauh di dalam tanah. Proyek ini telah memiliki izin khusus terkait penggunaan bahan peledak, serta diawasi oleh instansi terkait.

Pembangunan PLTA Batangtoru memperhatikan kelestarian lingkungan alam serta kesejahteraan masyarakat sekitar. Karena itu, teknologi pembangunannya diperlengkapi dengan berbagai protokol sesuai Standar Kinerja IFC dan Equator Principles. Protokol tersebut beranekaragam, mulai dari Tukar Guling Keanekaragaman Hayati hingga control tingkat kebisingan.

Tenaga Kerja

Proyek pembangunan PLTA Batangtoru memperkerjakan tenaga kerja terampil, semi-terampil, dan tidak terampil, baik lokal, regional, nasional, maupun internasional. Secara keseluruhan, jumlahnya mencapai 1.800 tenaga kerja pada puncak aktivitas pembangunan.

Perekrutan tenaga kerja ini difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, yang menetapkan perbandingan jumlah tenaga kerja asing terhadap jumlah tenaga kerja lokal/regional/nasional adalah 1:3.

Adapun pemberi kerja dalam hal ini adalah kontraktor proyek pembangunan PLTA Batangtoru. Meskipun demikian, PT NSHE melakukan pengawasan yang ketat untuk memastikan seluruh peraturan perundangan yang berlaku dipatuhi oleh semua pihak terkait.

Manajemen Air dan Waktu Operasi

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, PLTA Batang Toru menggunakan konsep pembangkit listrik run-off river dan bukan reservoir. Artinya tidak ada bendungan besar dalam proyek ini dan hanya akan dibangun daily pond. Selain itu juga dibangun beberapa pintu air untuk mengatur aliran air sehingga PLTA Batangtoru tidak perlu menahan air dalam jumlah yang terlampau besar.

Sistem ini membuat PLTA Batangtoru harus menerapkan sistem manajemen air agar debit air yang mengalir cukup untuk menggerakkan turbin dan tidak membuat daerah hilir kekeringan atau terkena banjir.

Sistem ini dirancang berdasarkan studi mendalam, yang mencakup catatan debit harian Sungai Batang Toru selama 26 tahun terakhir. Contoh, dari 4 turbin yang digunakan saat kondisi normal masing-masing memutar kira-kira 51,9 kubik/detik menjadi 207 kubik/detik.

Saat debit puncak, misalnya 500 kubik/detik, maka 207 kubik/detik air dialirkan melalui turbin dan 300 kubik/detik lainnya melalui sungai.

Jika debit air yang diterima di bawah 200 kubik/detik, maka turbin yang bergerak hanya tiga turbin. Jadi, powerhouse ini dapat diatur, apakah akan menggunakan satu, dua, atau empat turbin selama 24 jam.

PLTA Batangtoru tidak hanya beroperasi selama 6 jam dan menahan air selama 18 jam tetapi beroperasi selama 24 jam setiap hari untuk menghasilkan 2,214 GWh setahun.

PLTA Batangtoru beroperasi dengan menerapkan kebijakan pengaturan penggunaan aliran air secara berimbang, antara kepentingan untuk menjaga fungsi ekologi sungai dengan kepentingan produksi listrik.

Pada musim hujan, air yg dilepas dari kolam harian melalui pintu air sebesar 2.5 m3/dt dengan tambahan aliran air dari anak-anak sungai yang terletak di antara daily pond dengan rumah pembangkit.